Senin, 07 Februari 2011

Sukses Mendidik Di Era Globalisasi

 Sukses Mendidik Di Era Globalisasi

Hasil Seminar tanggal 11 Desember 2010 di SDI Dian Didaktika, Cinere , Depok By Elly Risman, M.Psi (Yayasan Buah Hati) 
Di share dari teman yang ikut di Jakarta. Panjang tapi sangat menarik buat orang tua agar aware .   

1. Seminar dibuka dengan layar presentasi yang menayangkan contoh sms anak sekarang, dengan huruf  biasa tapi dibuat secara ALAY, tapi dibuat sedemikian rupa, sehingga kami, seluruh orang tua yang ada di ruangan seminar, tidak ada yang bisa membaca sms apakah itu? Apa maksud sms tsb?  Alaaahh...sms alay kan bisa dibaca. meski bikin mata dan otak kerja keras dulu buat tau maksudnya?  NO! Totally, ga ada satupun yang bisa baca sms tsb.  Dan, Taaaraa.....ternyata selain dengan huruf alay, sms tsb, dibacanya harus dengan posisi HP terbalik (bagian atas HP menjadi bagian bawah)! Can u imagine thattt????  DAN isinya adalah: " Hi, sayang, aku kangen nih. Udah lama kita GA ML, Yuk, mumpung bonyok lagi pergi, yuk kita ketemuan...dsb ." (sori saya agak lupa persisnya namun isinya kurang lebih spt itu - ML= Making Love=berhub SEX)  Seisi ruangan seminar langsung heboh.  Note dari pembicara: SMS sayang2an anak sekarang udah bukan I love u / I miss u, tapi udah soal LAMA GA ML...  Demmm...Ihikksss dari awal seminar, mata saya udah melotot lebaarr!  

2. Anak2 kita hidup di era digital. Banyak media elektronik & cetak yang diakses anak, banyak yang mengandung unsur pornografi: Games, Internet, HP, TV, VCD, Komik, Majalah dll  

3. Yang pertama dibahas adalah GAMES. Games diabad 21, berdasar penelitian, gambar lebih realistis, pemain bisa memilih karakter apa saja, yang tidak ada di dunia nyata, ketrampilan lebih kompleks dan kecekatan yg lebih tinggi---> Kepuasan dan kecanduan lebih besar.  

4. Jenis Games lebih beraneka macam: Aksi, adventure, strategi, Role playing.  Note dari pembicara:  SUPER HATI2 dengan GAMES anak-anak anda! 
a. Ada games yang bergenre awal action, isinya adalah tembak2an dsb, namun ternyata jika, anak kita udah sampai level akhir, bonus di akhir levelnya adalah ML dengan pelacur jalanan...????? 
b. Ada games yang berjenis role playing, dan naudzubillahimindzalik, ceritanya adalah tentang bagaimana “memperkosa paling asyik???????  Jadi tinggal pilih cerita yang melatarbelakangi , kemudian tinggal pilih perempuan model apa yg mau “dipilih”, modelnya ga pake baju sama sekali, dan tinggal pilih bagian tubuh mana yang mau dipegang pertama kali dst. Cursor berbentuk tangan, yg digerakkan oleh anak2-anak kitaa....------>Seisi ruangan seminar lgs heboh lagiii....Gumaman Astagfirrullah bertebarann di ruangan....:(  

5. Pikir baik2 jika anda ingin membelikan games atau anak anak anda beli games sendiri /  meminjam games dari teman! Dan hati-hati , jika didepan sekolah anak2 ada warnet! Jenis Games yang ada, murah dan gampang didapat, jenisnya sudah diluar perkiraan kita, orang tua!  Note: suami saya, yg orang IT dan doyan maen games pun, terkejut bukan kepalang, pas tau soal jenis games ini!!:(  

6. Internet. Situs Porno bertebaran di dunia maya. Dan, jangan salah, pembuatnya juga anak-anak kita juga! Bahkann...Untuk mendapatkan uang, mereka menjual video sex mereka sendiri!--> Pas seminar kami ditunjukkan ribuan video sex yg gampang diperoleh lewat internet.  
Note dari pembicara: 
a. Siapa bilang ML harus telanjang dan harus di tempat tidur/hotel ? -->> kami ditunjukkan sekilas video ABG berseragam SMP, sedang ML ditangga dan berpakaian lengkap! 
b. Hamil ? siapa takkut!--> Bisa Aborsi !  

7. HP. Hoho...Video2 sex tersebar melalui HP. Kapasitas HP yang besar, memungkinkan sang pemilik memiliki file2 berukuran besar seperti video dan gambar porno. Anak anda CLEAN?-->Bisa jadi dia dapat kiriman gambar/video dari temennya!  Kasus : (yg pernah ditangani Ibu Elly) Ada seorang Ibu, yg datang ke beliau, shock karena menemukan gambar Vagina-seseorang di BBnya, yg ternyata setelah ditelusuri adalah kepunyaan temen sekolah (wanita) anaknya yang lelaki (yang suka minjem BB beliau!)...:(  

8. Televisi. Program TV yang masih pantas diikuti, bisa dihitung dengan 1 tangan. Lainnya adalah program pembodohan, hantu, kekerasan dan pornografi. Sinetron, telenovela, sinetron2 Jepang/korea , film dsb. Jangan salah, Iklan pun juga menyesatkan.Ayoo jangan anggap enteng sinteron / film 2  Korea / Jepang! Lama2 anak anda ter-brainwash, terbiasa dengan kekerasan, sex bebas!  

9. KOMIK. Ya, komik memang bergambar kartun. Tapi soal cerita, ga kalah dengan novel porno lainnya. Bahkan lebih mengerikan karena didukung dengan gambar. Gambar sampul depan, mungkin tidak menyiratkan 1 kepornoan pun, tapi didalamnya, kita orang tua harus tau bahwa ceritanya ujung2nya tentang sex bebas.  Notes: Dari, survey yang telah dilakukan pembicara, salah satu judul games, komik, dvd yang masuk dalam kategori “BaHAYA” adalah NAR***...semuanya yg berbau NAR***, hati2!! WATCH OUT!!!!    APA TUJUANNYA? APA YANG MEREKA INGINKAN TERHADAP ANAK-ANAK KITA : 

1.Yang mereka inginkan, anak dan remaja kita memiliki MENTAL MODEL PORNO = perpustakaan porno, yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja.  
2.Kerusakan otak permanen ---> yang hasil akhir yang diinginkan adalah-->INCEST!!!  
3.Sasaran tembak utama: Anak2 kita yg belum baligh. Jika sudah mengalami 33-36 ejakulasi--> pecandu pornografi -->PASAR MASA DEPAN!!!    

Proses Kecanduan & Akibatnya.  
1. Didalam otak ada bagian yang disebut PRE FRONTAL CORTEX (PFC). PFC, tempat dibuatnya moral, nilai2, bertanggung jawab untuk: perencanaan masa depan, organisasi, pengaturan emosi, control diri, konsekuensi, pengambilan keputusan. PFC--> Matang diusia 25 thn.  
2. Sekali anak mencoba “kenikmatan” semu-->Dopamin ( ket: suatu hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus) diproduksi --> Anak merasa senang--> Kemudian timbul rasa bersalah.  
3. Saat anak merasa senang tsb (kebanjiran Dopamin), maka yang akan terganggu adalah: Analisa, penilaian, pemahaman, pengambilan keputusan, Makna hubungan, Hati Nurani---> Spiritualitas /Iman akan terkikis--> ANAK TUMBANG--> Mental Model Porno--->INCEST!!!!  
4. Bagian otak yang rusak karena Narkoba: 3 bagian saja, tapi oleh Pornografi/SEX: 5 bagian otak yang rusak!  5. Industri yang terlibat Pornografi: Entertainment, Pornografi, Perfilman, Majalah Porno, Musik, Jaringan TV Kabel, Pembuat dan pemasar Video Games dll    SIAPKAH KITA SEBAGAI ORTU?  
1. Kesalahan Budaya. Yang mengasuh anak: IBU!! Ayah mencari Nafkah, bila perlu baru lapor Ayah!! SALAH BESAR!---> REVOLUSI PENGASUHAN!! ............ (Nyambung dengan artikel pak Gendi, Where’s All The Father Gone?Kemana Para Ayah?...Indonesia , A Fatherless Country???) Lihat fenomena Anak2 Jack Mania?--> Kemana AYAHmu nakkk?Kemana ibumu naak????  Note: Bukan main saya bersyukurnya saya, pas bagian ini. Syukur Alhamdullillah, saya berhasil "memaksa" suami saya untuk ikut seminar ini. 
2. Kelalaian kita sebagai ortu:    Orang Tua Kurang:  1. Mempunyai waktu dengan anak.  Are u a weekend parent? Anak di ikutkan les sana-sini. Pertanyaan orang tua ke anak hanya tentang les mu gimana nak? Nilaimu berapa nak? Kamu ga bolos kan?Kamu biasa ngerjain ujian kan hari ini?---> Anak2 menjadi anak yg BLASTED (Boring-->Lazzy--> Stress!)  2. Mengajarkan agama & penerapannya?  ---> Eksport! Merasa cukup menyekolahkan anak2 di sekolah berbasis agama. Anak disuruh les ngaji/agama. Penerapan? NOL BESAR!!!.... Menyuruh anak sholat tepat waktu, ortu? Bolong2 sholatnya? Ortu berbaju tertutup, anaknya maen ke mall hanya memakai rok mini/tanktop? Anak disuruh les ngaji? Ortunya ngaji aja ga bisa!!!! dsb..dsbb..  3. Target pengasuhan:  UMUM, kurang teguh pada prinsip---> hanyut dalam TREND. Temen anak di sekolah pada punya IPOD, Anak buru2 dibelikan---> malu dibilang ga trendy? Malu anak punyanya HP jadul yg cuma bisa sms/telp?--> dibelikan BB palg mutakhir...  4. Tanggap Teknologi & Gagap Teknologi (Gaptek) Ortu bisanya memfasilitasi, tapi nol besar dengan pengetahuan mengenai perangkat yg dibelikan buat anak-anaknya. Buktinya: baca sms alay aja ga bisa!...gimana mo ngawasin anak?  Note dr pembicara: Jadi orangtua, harus "GAUL" dan PINTER !!! siapa biang jadi orangtua itu gampang?  5. Memberikan anak perangkat teknologi, tidak tahu akibat negatifnya, tanpa penjelasan dan tanpa persyaratan.  Note dr pembicara: Orang Tua sekarang adalah Generasi ORTU yang ABAI...Generasi ORTU PINGSAN!! Yang penting anak sekolah,les, diam di rumah didepan Komputer, Games, HP, Televisi ---> Yakin, Anak anda AMAN????  6. Berkomunikasi yang baik dan benar : tidak memahami perasaan anak & remaja.   

TIPS  Membuat Anak Tangguh di Era Digital:  
1. Hadirkan Allah/Tuhan didalam diri anak. Ajarkan untuk selalu ingat Allah, taat kepadaNYA dari kecil. Hindari: Jangan sampai kamu hamil ya, Bikin malu keluarga! Bapak / Ibu malu!!!---> Salah Besar. Ajarkan bahwa, dimanapun dia berada, Allah tau apa yang dia perbuat! 
2. Perbaiki pola pengasuhan/parenting. Libatkan kedua-belah pihak. Jangan jadi ortu yang abai bin pin 
3. Validasi anak : penerimaan, pengakuan dan Pujian Jangan jadikan anak anda, anak yang BLASTED! Boringg --> Lazzy --> Stressed!! 
4. Mandiri & Bertanggung jawab kepada ALLAH, diri sendiri, keluarga & masyarakat. 
5. Memberikan fasilitas pada anak harus dengan landasan dan persyaratan agama yang jelas 
6. Mempunyai MODEL yang baik dan benar   

KOMIK  • Cek bacaan anak • Baca dulu sebelum membeli • Secara Berkala periksa meja belajar/lemari/kolong tempat tidur . Notes: JANGAN SAMPAI KETAHUAN ANAK!! • Kenalkan anak pada berbagai jenis bacaan • Diskusikan bacaan dengan anak   GAMES  • Perhatikan letak computer/media video games di rumah • Perhatikan jarak antara mata anak/ruang cukup pencahayaan , layar tidak terlalu terang • Pilihkan meja & kursi yang ergonomis  • Buat kesepakatan dengan anak tentang: o Berapa dalam seminggu o Kapan waktu yang tepat o Games apa yg boleh dimainkan o Sanksi apa yang diberlakukan , jika melanggar  • Dampingi anak dalam membeli games dan cek selalu rating Games dalam kemasan games.  Banyak video games ber-rating AO (Adult Only) atau M (mature) yang dibajak dengan rating ESRB (Entertainment Software Rating Board, sebuah lembaga pemberi rating untuk games hiburan) diubah menjadi Teen, seperti GTA San Andreas, Mass Effect, Gta IV dsb.  Notes: Marak video game kekerasan yang menampilkan secara gamblang adegan seksual di tengah-tengah video gamenya seperti GTA: San Andreas dan Mass Effect. GTA: San Andreas mendapatkan kecaman keras dari banyak kalangan dunia seperti Jack Thompson dan Hillary Clinton, sehingga memaksa produsennya mengganti rating ESRBnya menjadi AO (awalnya M (Mature)). Hal ini mengakibatkan profitnya turun hingga $28.8 juta.  Pada tanggal 20 Oktober 2003, Aaron Hamel dan Kimberly Bede menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh 2 remaja, William dan Josh Buckner, karena keduanya terinspirasi setelah memainkan GTA:III. Akibat kejadian tersebut Aaron meninggal dunia, sedangkan Kimberley mengalami luka parah.   TV  • Atur jam menonton TV  o No TV dibawah 2 thun o 5-7 tahun paling lama menonton TV: 2 jam/hari  • Kenalkan dan diskusikan ttg program TV yang baik dan buruk • Perhatikan jarak menonton   INTERNET  • Perhatikan letak computer : tidak menghadap dinding • Lakukan filterisasi terhadap situs porno (pasang alat pemblokir situs porno) • Buat Kesepakatan tentang waktu bermain internet • Secara berkala, cek situs apa saja yang telah dibuka anak di computer   

IKHTIAR TERAKHIR  1. Perbanyak mendengarkan perasaan. GUNAKAN 2 TELINGA lebih sering daripada satu MULUT 2. Orang tua harus TTS = TEGAS, TEGAR, SABAR 3. Meningkatkan diri dengan berbagai macam pengetahuan (Seminar, pelatihan, buku parenting dan agama) 4. Setelah semua upaya ---> DOA   Jujur, pas pada saat mengikuti seminar tsb, beberapa kali, saya menitik-kan airmata - mbrebes mili. Betapa saya merinding hebat dan pengen segera pulang memeluk anak-anak saya..  Semoga saya bukan salah satu orangtua yg pingsan ituu... Semoga anak2 saya (kita), menjadi anak2 yang sholeh dan selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa  Amin...aminn..Ya robbal alamin...   Mohon maaf jika kurang berkenan...

Sabtu, 05 Februari 2011

Native Speaker

One Day with Native Speaker at Dian Didaktika


Rabu, 26 Januari 2011

Klinik Gigi SDI Dian Didaktika Cinere Depok


KLINIK GIGI SD ISLAM DIAN DIDAKTIKA

Ms. Gigi ku ada yang bolong tiga, kata dokter harus segera ditambal” cerita Jiilan seorang Siswa kelas 2 Amr bin Ash SD Islam Dian Didaktika. Lain halnya dengan cerita Athar “Kata dokter kalau aku cara sikat Giginya belum benar” sementara si cantik Titha berkomentar pula “ Kata dokter gigiku sudah bagus Ms….” Itulah komentar dari teman teman kecil di SD Islam Dian Didaktika.
Putra putrid SD Islam Dian Didaktika begitu Percaya dirinya memeriksakan gigi di klinik sekolah, namun ada juga yang terlihat takut. Bayu Seorang siswa yang selalu berbahasa Inggris setiap harinya berkomentar“ Ms….. Aku tidak mau copot gigi” begitu komentarnya , maksud Bayu ia tidak mau Giginya dicabut. Ms. Ayi selaku Guru Bayu segera meluruskan. “ Bayu, Ms. Ayi tidak bilang hari ini mau copot gigi, tapi hari ini kita mau periksa gigi” segera Bayu mengerti tentang penjelasan Ms. Ayi  dan  segera masuk keruang  pemeriksaan.



Pemeriksaan Gigi ini dilakukan secara berkala di SD Islam Dian Didaktika, dengan melibatkan orangtua siswa yang berprofesi  sebagai dr gigi dibantu dengan pengurus BP3. Dr gigi yang bertugas diklinik gigi SDI Dian Didaktika antara lain drg. Tike, drg.Erika, drg. Susi, serta drg. Evi dan dibantu oleh Pengurus BP3  antara lain Ibu Yuli, Ibu Dina, Ibu Wenny, Ibu Indah, Ibu Vina, Ibu Betty, Ibu Minda, Ibu Lia, Ibu Etty, Ibu Indri, Ibu Rina serta Ibu Iis.
Alhamdulillah SDI Dian Didaktika selalu menjalin silaturahmi yang baik dengan para orangtua siswa sehingga terbentuklah klinik gigi tersebut. Salut dan bangga kepada para orangtua siswa yang masih bisa meluangkan waktunya disela sela kesibukan yang begitu padat. Semoga Allah SWT membalas apa yang telah mereka berikan demi bua hati kita tercinta.

Selasa, 25 Januari 2011

Observasi Calon Murid Baru SDI DD

OBSERVASI CALON MURID BARU TAHAP I



SD Islam Dian Didaktika baru baru ini menyelenggarakan Observasi Calon Murid Baru. Kegiatan Observasi tersebut berlangsung selama 2 Hari yaitu Jum’at dan Sabtu tanggal 21 dan 22 Januari 2011 yang lalu.
Peserta Observasi kali ini berasal dari beragam TK ,tidak hanya TK disekitar Dian Didaktika, tetapi juga TK yang berlokasi agak jauh dari Dian Didaktika.TK TK tersebut antara lain TK Albirru, TK Nurul Iman, TK Al- Kautsar, TK Tadika Puri, TK Seruni, TK Bimba,TK Mutiara Azra, TK Az Zahra, TK Doctorabbit, TK Indria, TK Arrahman, TK Etika , Kinderfield , Wisanggeni serta Fambright. Hebatnya, walaupun mereka berasal dari TK yang berbeda mereka terlihat kompak dan sudah saling akrab. Ananda Calon Murid baru tidak merasa sedang di test atau diobservasi, mereka tampak ceria   dan sangat lepas tanpa beban

Observasi yang dilakukan pada hari jumat antara lain untuk mengukur ketrampilan ananda dibidang Bahasa, Agama, akademis, motorik serta kematangan. Sementara pada hari Sabtu 22 Januari adalah Psikotest serta Wawancara untuk orang tua calon Murid Baru.


Pengumuman atau laporan observasi Tahap 1 akan disampaikan kepada orangtua calon murid baru pada hari Sabtu 29 Januari 2011 secara Face to face oleh observer. Sedangkan Observasi Tahap 2 akan dilaksanakan Pada Hari Jum’at dan Sabtu tanggal 4 dan 5 Februari 2011.

Dian Didaktika Art Competition 2011

Dian Didaktika Selenggarakan Art Competition 2011



Dian Didaktika menyelenggarakan Dian Didaktika Art Competition 2011. Kegiatan ini terdiri dari serangkaian acara yaitu diawali dengan diadakannya Workshop Pembelajaran Seni Tari, Seni musik serta Olah Raga untuk Guru Taman Kanak Kanak. Pelaksanaan kegiatan Worksop ini diselenggarakan pada hari Sabtu 4 Desember 2010 yang bertempat di Kampus Pendidikan Dian Didaktika.

Selanjutnya rangkaian acara yag lain adalah Kegiatan Lomba-lomba antara lai lomba : Lomba Tingkat TK :Lomba Solo Vokal anak, Lomba mengucap Syair, lomba tari kreasi, lomba mewarnai . Untuk Lomba Tingkat SD yaitu Lomba melukis, Lomba Fotografi, serta lomba Paduan Suara sedangkan lomba untuk tingkat SMP adalah lomba baca Puisi. Lomba lomba tersebut diselenggarakan pada hari Sabtu dan Minggu 15 dan 16 Januari 2011.

 Adapun tujuan diadakannya Lomba tersebut adalah untuk mengarahkan Peserta didik pada kegiatan yang Positif serta memupuk rasa percaya diri dan berani tampil diatas panggung

Kegiatan kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai sekolah di wilayah Depok dan Selatan Jakarta, antara lain TK Islam Al-Kautsar, TK Islam Al- Fauzien, TK Islam Lazuardi, Taman Kreatifitas Anak Indonesia, TK Islam Ar- Rahman, TK Kelinci, TK Islam Al Izhar, TK Lab School UMJ, TK Wisanggeni, TK Islam AL Fath, TK Islam HArapan Ibu Pondok Pinang Jakarta, TK Islam AL-Kholidin,, SD LAB School UMJ, SDN Limo 03 Depok, SD HArapan Ibu Pondok Pinang Jakarta, SD Cinere 03 Depok, SMPN 85 Jakarta serta SMP Islam HArapan ibu.

 


Indahnya Kebersamaan


INDAHNYA KEBERSAMAAN
VISIT TO DD (ELEMENTARY SCHOOL)
Nonton Bareng
VISIT TO DD?.................. Apa sih maksudnya?
Visit To DD adalah salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh para Guru TK dan SD Islam Dian Didaktika Cinere, Depok. Kegiatan ini adalah kunjungan adik TK B ke Kakak Kelas 1 SD Islam Dian Didaktika. 


Panggung Boneka



Dalam Kegiatan ini Adik TK belajar dan bermain bersama dengan Kakak SD. Rangkaian Kegiatan tersebut antara lain Ice Breaking bersama Guru Olah Raga TK dan SD,  Bernyanyi bersama, Panggung boneka yang dibawakan oleh Kakak Kelas 5 SD, Nonton Film Bareng serta makan bersama , tentunya.
Makan Bersama

Kegiatan tersebut didukung oleh berbagai pihak, ini semua dibuktikan dengan hadirnya Bp. Ahmat Toha selaku Kepala Litbang, Ibu Nuraini Setiawati Selaku Kepala TK, Ibu Sumiati Selaku Kepala SD serta ibu Nur Afiati selaku Kepala Bagian Umum.

Kegiatan tersebut bertujuan mempererat tali persaudaraan antara kakak SD dengan Adik TK. Kakak SD diberi kesempatan untuk mengasuh adik adik TK, mengajaknya bermain, berdiskusi, bercerita, serta menawarkan buah apa yang mereka sukai. Sementara Adik TK diberi kesempatan untuk merasakan belajar dan bermain bersama di Kelas kakak SD.
“ Aku Senang bisa main sama Adik TK, nonton panggung boneka, makan bareng bareng…terus aku juga seneng soalnya aku jadi punya ade” Komentar Najla Siswi kelas 1
Sementara, beda halnya dengan Naia bocah mungil kelas TK B ini berkometar : “ Miss, Pokoknya aku mau sekolah di DD sampai SMA”.
Hm……..itulah anak anak kita, dengan kita membuatnya senantiasa merasa nyaman, maka kesempatan mereka untuk bereksplorasi semakin baik.  
hik…hikk…hik…jadi pingin  sekolah lagi.

Senin, 17 Januari 2011

Mendidik Anak Cerdas Berkarakter



RAHASIA MENDIDIK ANAK CERDAS BERKARAKTER ALA RASULULLAH






*     Bersama menyikapi anak sebagai rizki secara qonaah. Mensyukuri akan menambah nikmat dari Allah.
Anak kita bukan asset investasi materiyang kita hitung sebagai untung rugi.
Anak kita adalah Aset investasi iman dan akhirat, bagaimanapun keadaannya, lengkap sempurna atau berkebutuhan istimewa.

*     Kenali anak kita, siapakah Dia ? Perlakukan setiap anak sebagai juara.
Anak adalah Mahluk istimewa, Unik Penuh bakat dan minat serta potensi yang berbeda beda. Tidak ada anak yang bodoh dan kita tidak boleh mengukur kecerdasannya tanpa melihat kecerdasan majemuknya.





Fitrah Anak Menurut Rasulullah SAW

Rasulullah SAW bersabda, “ Hobi, permainan dan kelincahan anak gerak seoranga anak pada waktu kecil, akan mempertajam pemikirannya ketika dewasa.” ( HR At Tirmidzi )

Hendaklah anak  kecil diberi kesempatan bermain. Melarangnya bermain dan menyibukannya dengan belajar terus akan mematikan hatinya, mengurangi kecerdasannya, dan menjadi jemu terhadap hidup, sehingga ia akan sering mencari alas an untuk membebaskan diri dari keadaan sumpek itu. ( Imam Al Ghazali )


UPAYA MELEJITKAN POTENSI ANAK

  1. Kasih sayang, perhatian, dukungan dan ungkapan kemesraan
Rasulullah sangat penyayang. Rasulullah sangat menyayangi anak sering mengajaknya berjalan-jalan, mencium saying pipi Fatimah, mendudukannya di pangkuannya.
Marilah kita simak sebuah kisah seorang anak di bawah ini
Di bawah ini adalah salah satu contoh tragis.
Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai akhirnya
Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”Why not the best,” katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.
Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.
Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ”selevel”; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.
Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah ”alif” dan huruf terakhir ”ya”, jadilah nama yang enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.
Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.
Setulusnya saya pernah bertanya, ”Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal? ” Dengan sigap Rani menjawab, ”Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!” Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.
Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak.
”Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.” Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.
Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini ”memahami” orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek.
Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Rani menyapanya ”malaikat kecilku”.
Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.
Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter. ”Alif ingin Bunda mandikan,” ujarnya penuh harap. Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.
Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ”Bunda, mandikan aku!” kian lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.
Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. ”Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.” Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.
Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.
Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. ”Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,” ucapnya lirih, di tengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.
Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, ”Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?” Saya diam saja.
Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ”Ini konsekuensi sebuah pilihan,” lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.
Tiba-tiba Rani berlutut. ”Aku ibunyaaa!” serunya histeris, lantas tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak. ”Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..” Rani merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua.
– Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.
– Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang amat sangat.
– Sering kali orang sibuk ‘di luaran’, asik dengan dunianya dan ambisinya sendiri tidak mengabaikan orang-orang di dekatnya yang disayanginya. Akan masih ada waktu ‘nanti’ buat mereka jadi abaikan saja dulu.
– Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.
MEREKA LUPA BAHWA ALLAH YANG MENENTUKAN SEMUANYA. HIDUP, MATI, RIZQI, JODOH HANYA ALLAH YANG MENENTUKAN.
– Pelajaran yang sangat menyedihkan.
Janganlah kita sampai menyesal. Ketika kita tahu bahwa hidup adalah dari gelap menjadi terang, kitapun mulai mewarnainya.
Ketika kita tahu bahwa hidup itu adalah penuh warna kitapun mulai melukisnya, ketika kita tahu bahwa hidup adalah melukis kehidupan kitapun mulai menorehkan sejarah, akhirnya kita tahu bahwa hidup yang sesungguhnya adalah sejarah yang tertoreh, sungguh aku ingin menjadi bagian terdepan dalam mencetak generasi terbaik yang tercatat dalam sejarah peradaban umat ini.

  1. Pembiasaan hal-hal baik dalam koridor santun dan patut
Ada beberapa karakter Nabi, jika ada yang mengajak bicara tidak peduli dengan siapapun hendaknya mendengarkan dengan penuh perhatian tanpa menoleh ke orang lain. Tidak saja mendengarkan dengan hati-hati Nabi bahkan memutar badannya untuk menghadap ke orag yang mengajaknya bicara

  1. Keteladanan
Rasulullah adlah seorang yang cerdas, peristiwa memindahkan Hazar Aswad di mana saaat itu seluruh kabilah Quraisy berseteru untuk memindahkan, Muhammad yang cerdas membentangkan sehelai kain dan Hazar Aswad diletakkan di tengahnya. Dan seluruh kabilah Quraisy mengangkatnya bersama.

  1. Nasihat yang “dikunyah” menjadi penghargaan / apresiasi dan sangat baik
Gaulkan dengan buku sejak masih dalam rahim, sejak masih menyusu, sejak masih merangkak, sejak kanak-kanak. Pastikan kita memiliki perpustakaan kecil di rumah. Anak dibesarkan dengan apa yang dia lihat dan apa yang dia dengar. Otaknya dibangun oleh terutama informasi yang diterima oleh penglihatan dan pendengaran.

  1. Sanksi/konsekuensi yang mengedepankan kasih sayang, akan menjadi jembatan kuat,  kokoh yang menghubungkan hati dengan hati.
Ketika aku bersama anakku aku akan kenalkan tentang Tuhannya, hingga menjadi bagian terdekat dari hidupnya. Aku akan beritahu kepadanya bahwa Al Qur’an-lah sebaik-baik sandarannya. Aku akan hiasi akhlaknya dengan pancaran akhlak Rasulullah dan para sahabat. Aku akan jadikan dia sebaik-baik manusia yang berguna bagi orang lain.




WAKTU BERHARGA BERSAMA ANAK-ANAK KITA

Mengelola waktu dengan baik, benar dan bijak adalah separuh kemenangan di tangan sebelum “penentuan”. Menurut ajaran Rasulullah :
  1. Tujuh tahun pertama anak adalah raja.
Anak serba dilayani dan jangan sekali-kali membentaknya
  1. Tujuh tahun kedua anak adalah pembatu / tawanan
Diibaratkan seorang pembantu yang harus mencuci baju putih diantara tumpukan baju yang lainnya, anak belajar memisahkan antara yang hak dengan yang batil, anak belajar sistematika bekerja.
Karena anak diibaratkan sebagai tawanan, maka orang tua masih berhak mengetahui segala sesuatu tentang anak termasuk buku hariannya.
  1. Tujuh tahun ketiga anak adalah perdana mentri / sahabat terdekat.
Di usia ini anak sudah dapat diajak berdiskusi untuk memecahkan suatu masalah.