Jumat, 13 Januari 2012

Selalu Berprasangka Baik


Selalu Berprasangka Baik

Salah satu yang membuat sengsara hidup ini adalah kegagalan kita untuk berprasangka baik. Jika hal itu terjadi, kita akan sibuk aja memikirkan orang lain, mencari-cari kesalahannya. Bahkan, jika tidak berhati-hati akan tejerumus dalam ghibah dan fitnah.
Maka, penting bagi diri kita untuk selalu melatih diri agar selalu berprasangka baik di setiap kejadian. Berprasangka baik di setiap kejadian kita tujukan kepada Allah, Sang Pembuat Skenario Terbaik, dan juga kepada manusia. Prasangka baik pada Allah bagian dari Aqidah & kepada manusia lain bagian dari Akhlak Karimah. 
Mari kita renungkan ilustrasi berikut ini :
Seorang dokter yang sedang bergegas masuk ke dalam ruang operasi..
Ayah dari anak yg akan dioperasi menghampirinya "Kenapa lama sekali anda sampai ke sini? Apa anda tidak tahu,nyawa anak saya terancam jika tidak segera di operasi?" Labrak si ayah.

Dokter itu tersenyum, "Maaf, saya sedang tidak di RS tadi, tapi saya secepatnya ke sini setelah ditelepon pihak RS."

Kemudian ia menuju ruang operasi, setelah beberapa jam ia keluar dengan senyuman di wajahnya. " keadaan anak anda kini stabil." Tanpa menunggu jawaban sang ayah, dokter tersebut berkata "Suster akan membantu anda jika ada yang ingin anda tanyakan." Dokter tersebut berlalu.

"Kenapa dokter itu angkuh sekali? Dia kan sepatutnya memberikan penjelasan mengenai keadaan anak saya!" Sang ayah berkata pada suster.

Sambil meneteskan airmata suster menjawab :"Anak dokter tersebut meninggal dalam kecelakaan kemarin sore, ia sedang menguburkan anaknya saat kami meneleponnya untuk melakukan operasi pada anak anda. Skrg anak anda telah selamat, ia bisa kembali berkabung." ....

JANGAN PΕRNΑН TERBURU2 MENILAI SESEORANG..

Tapi maklumilah tiap jiwa disekeliling kita yang menyimpan cerita kehidupan tak terbayangkan di benak kita...

Αdα air mata dibalik setiap senyuman..
Αdα kasih sayang dibalik setiap amarah..
Αdα pengorbanan dibalik setiap ketidak pedulian..
Αdα harapan dibalik setiap kesakitan..
Αdα kekecewaan dibalik setiap derai tawa..

Semoga bermanfaat agar kita menjadi manusia dg rasa maklum yang semakin luas dan bersyukur dengan apa yang telah TUHAN berikan dalam hidup ini.

INGAT, kita bukan satu2nya manusia dengan segudang masalah...

Tersenyumlah ..
Senyum mampu membasuh setiap luka ..
Maafkanlah..
Maaf mampu menyembuhkan semua rasa sakit.....

Bersyukur atas segala nikmat-Nya


Bersyukur atas segala nikmat-Nya

Orang  yang sejatinya paling kaya adalah dia yang kebahagiaannya berasal dari hal hal yang tidak harus dibeli. Seperti terbitnya matahari,  udara pagi yang segar,  nasihat penuh kasih dari orang tua,  senyum dari belahan jiwa,  tawa ceria anak anak,  senyum dan keramahan yang dihadiahkan kepada keluarga dan sahabat,  kesempatan untuk membantu orang lain dan jabat tangan yang hangat dari rekan sekerja.
Dan orang yang sejati paling miskin adalah dia yang harus membeli pertemanan, membayar untuk menjabat, menyuap untuk menutupi dosa, pamer harta dan kekuasaan untuk mengundang cinta, menyebar uang untuk mendapatkan dukungan, menggelontor uang untuk menjadi populer, dan membeli obat yang mahal untuk merasa tenang dan memaksa diri untuk tidur
Nikmat Allah adalah kesederhanaan yang tidak perlu dibeli, dan jika harus dibeli tidak akan dapat dibayar dengan uang dan harta apapun.
Maka sungguh merugi orang yang menistakan nikmat Allah
Dan sungguh kaya orang yang hatinya dipenuhi dengan kesyukuran atas keindahan yang berada didalam kesederhanaan.
Semua orang yang berkharisma dalam kedamaian yang anggun, selalu bersahaja dan sederhana ...................................

Kamis, 12 Januari 2012

Menjadi Guru Profesional

Menjadi Guru Profesional
Keberhasilan dalam pendidikan tidak terlepas dari sebuah sistem atau metode yang digunakan. Pemilihan metode yang tepat akan membawa kepada keberhasilan dalam mendidik, begitu juga sebaliknya. Pandangan ini juga benar-benar dipegang oleh Nabi Muhammad SAW. Generasi terbaik  para sahabat  adalah contoh nyata tak terbantahkan keberhasilan pendidikan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
“Setiap pendidik pasti menginginkan menjadi guru yang profesional, aktif, kreatif dan inovatif".  Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya dibutuhkan banyak faktor pendukung terutama usaha, tekat serta keinginan yang tulus. Untuk itu sebagai pendidik hendaknya kita melakukan hal-hal berikut :
1.      Mengajar dengan hati
Artinya, hatinya penuh dengan ketulusan dan kesungguhan. Pekerjaan apa pun yang tidak menyertakan hati akan terasa hambar. Dan keberhasilan suatu pekerjaan dapat terwujud jika terjadi komunikasi yang efektif, komunikasi akan efektif kalau dilakukan dengan sepenuh hati.
Jadi keberhasilan seorang pendidik untuk membawa anak didiknya menuju kesuksesan harus diawali dengan komunikasi yang dilakukan dengan sepenuh hati. Jika hal tersebut sudah terlaksana maka keberhasilan seorang pendidik tinggal menunggu hasilnya.
2.      Mengajar sesuai dengan karakter anak
Anak-anak datang dengan mimpi, cita-cita besar, dan membawa harapan orang tuanya untuk membangun masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu seorang guru, termasuk orang tua, harus menjadi pendengar dan pemerhati yang baik bagi anak-anak. Dan harus selalu menambah wawasan tentang perkembangan psikologi anak dan berbagai temuan metode yang baru dan cocok untuk diterapkan pada anak-anak. Dengan metode yang tepat, efektif dan menyenangkan peserta didik  akan memberikan kesan yang sangat mendalam bagi anak didik kita yang mungkin tak akan terlupakan sepanjang hidupnya.
3.      Mengajar sesuai dengan zamannya
Sebagai pendidik kita harus dapat melihat jauh ke depan karena anak didik yang kita didik sekarang akan mempunyai kehidupan beberapa tahun yang akan datang dengan kondisi yang mungkin akan sangat berbeda dengan saat ini. Oleh karena itu mereka harus dibekali dengan bekal yang cukup.
4.      Penataan Kelas
Suasana dalam kelas akan mempengaruhi kenyamanan peserta didik dalam belajar. Dalam suasana bosan dan tegang, otak akan menciut, daya serapnya sedikit. Berdasarkan prinsip di atas, maka terkenal konsep joyful learning. Sebuah pembelajaran yang menyenangkan, tetapi bukan berarti santai, tidak serius.Yang ditekankan adalah metodenya menyenangkan agar materi yang telah disiapkan terserap secara optimal. Sejalan dengan konsep ini, ruang kelas pun hendaknya didesain sedemikian rupa sehingga terasa indah dan nyaman. Dan ini senantiasa saya lakukan untuk mewujudkan suasana belajar yang kondusif. 
5.      Selalu meningkatkan kualitas diri
Agar dapat menjadi pendidik yang baik untuk peserta didiknya hendaknya seorang pendidik senantiasa mengasah dan meningkatkan kualitas dirinya sebagai pendidik. Hal tersebut dapat ditempuh dengan berbagai cara seperti mengikuti pelatihan-pelatihan pendidikan, seminar pendidikan, berbagi dan bertukar pengalaman dengan sesama pendidik dan pemerhati dunia pendidikan. Dengan catatan bahwa hasil dari kegiatan meningkatkan kualitas diri harus diterapkan pada anak didik kita tentunya dengan penyesuaian terhadap kondisi yang ada.

Seorang guru  merupakan  sosok panutan bagi masyarakat, bukan saja bagi anak didiknya, namun juga bagi rekan seprofesi, lingkungan maupun bagi bangsa ini. Seorang guru adalah contoh dan teladan yang baik yang merupakan gambaran kehidupan sosial kemasyarakatan. Masyarakat akan dipandang beradab bisa dilihat dari sosok guru sebagai pendidik masyarakat. Guru, merupakan profesi yang luar biasa mulia. Karena Guru merupakan profesi yang banyak memberikan ilmu dan juga pendidikan lainnya. Untuk itu dibutuhkan segenap hati yang mulia agar profesi yang mulia ini terjaga dan benar-benar menjadi teladan. 
By. Setyowigati Sunanto

Rabu, 11 Januari 2012

Boneka Sebagai Alat / MediaPembelajaran


Boneka Sebagai Alat / MediaPembelajaran


Boneka adalah salah satu mainan yang sangat dikenal dan sangat disukai oleh anak. Benda ini sangat menyenangkan bagi mereka dan juga guru mereka. Boneka bisa dijadikan salah satu alternatif media Pembelajaran, kita dapat menggunakan boneka pada saat bercerita. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat mengunakan boneka sebagai alat/ media pembelajaran.

Give it a Personality
Anak  anak  senang dihibur dengan boneka. Sebelum menggunakan boneka sebagai media pembelajaran di kelas, buatlah perencanaan terlebih dahulu . Pilih/gunakan suara dan ciptakan kepribadian untuk boneka tertentu. Misalnya, pilih boneka dengan kepala besar dan fitur wajah yang akan memerankan suatu karakter .
 Seorang anak dapat melihat dan menghormati boneka yang  digunakan di kelas. Boneka ini dapat digunakan untuk mengajar perilaku yang tepat dan membuat pilihan yang baik. Metode ini  sangat bagus untuk awal masuk sekolah, ketika menetapkan aturan kelas dan tata tertib . Kegiatan Pagi adalah saat yang baik untuk "berbicara" kepada anak-anak dan mengingatkan mereka tentang aturan.


Know Your Manners
Perilaku dapat diajarkan oleh boneka  secara halus, mungkin seekor beruang yang mengenakan jilbab dan bertutur kata lembut yang selalu menghormati dan menghargai temannya .
Feeling Shy
Boneka dapat juga digunakan untuk membantu seorang anak pemalu merasa nyaman dan mengungkapkan perasaannya, masalah dapat diselesaikan, argumentasi dan perbedaan pendapat dapat diselesaikan dengan menggunakan boneka. Seorang anak yang mudah panik akan merasa nyaman dan seorang anak yang sulit diatur dapat diberikan kesempatan untuk membuat pilihan yang baik, hanya dengan menggunakan boneka.

Yuuk kita lebih kreatif dalam memilih media pembelajaran agar anak lebih senang dalambelajar ........

Sabtu, 07 Januari 2012

“KIAT CERDAS MEREKAYASA POTENSI TERSEMBUNYI PADA SETIAP SISWA”

SEMINAR PENDIDIKAN
“KIAT CERDAS MEREKAYASA POTENSI TERSEMBUNYI  PADA SETIAP SISWA”

Nara sumber : Drs. Otib Satibi Hidayat, M.Pd.
 Seminar tersebut dilaksanakan di SD Islam Dian Didaktika pada Sabtu, 7 Januari 2012, sebagai realisasi program sekolah.
“Dan hendaklah kalian merasa khawatir jangan sampai meninggalkan keturunan (di belakang) nanti menjadi generasi / keturunan yang lemah, takutlah kalian akan hal itu, dan berkata benarlah kalian kepada mereka” (QS An Nissa ayat 9)
“ Setiap masa memiliki tuntutan-tuntutan dan setiap masa pula menuntut sumber daya manusianya” (Perkataan Syekh Qodiri)
“Aku diperintahkan untuk berbicara kepada manusia sesuai kadar akal mereka” (HR Ad dailani, Al Hasan bin Sufyan dari Ibnu Abbas)

Kita sebagai orang tua mempunyai tanggung jawab yang sangat besar untuk menjadikan anak-anak kita menjadi generasi yang mempunyai cukup bekal dalam menghadapi dan menjalani kehidupannya di masa depan. Seperti kita ketahui bersama bahwa anak-anak kita akan menjalani hidup di masa yang akan berbeda dengan masa hidup kita sekarang. Dan setiap masa atau zaman mempunyai  tuntutan yang berbeda, mempunyai situasi dan kondisi yang sangat berbeda dengan masa yang telah lewat. Akan terjadi pergeseran-pergeseran nilai dan norma dalam pergantian masa, yang harus kita selalu pantau dan jaga agar anak-anak kita tetap berada di jalur-jalur yang benar.
Kita sebagai orang tua dan pendidik perlu menyadari bahwa setiap anak adalah individu yang unik, yang masing-masing mempunyai potensi yang berbeda dan harus kita gali serta kembangkan. Jangan sampai kita buta akan potensi anak kita sendiri sehingga anak kita tidak  bias tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi-potensi yang dimiliki anak kita.
Esensi Pemahaman Pendidik / Orang tua pada pertumbuhan dan perkembangan Potensi anak usia TK :
Ø Anak perlu dorongan agar dapat menjadikan dirinya sebagai suatu individu yang unik. (Drive to Grow)
Ø Pada diri anak sesungguhnya terdapat wilayah kemampuan yang sangat potensial untuk dapat dikembangkan. (Zone of Proximal Development) yaitu masa kanak-kanak – remaja.
Ø Pendidik/orang tua/masyarakat harus mampu mendeteksi setiap fenomena potensi yang tersembunyi dari para siswa (Hidden Excellence Inpersonhood) kemudian diberikan rangsangan dan upaya terprogram agar potensi/kecerdasan tersebut berkembang secara optimal.

Penekanan (Stimulasi Kecerdasan) pada awal masa kanak-kanak adalah penting, karena kelenturan saraf akan menurun, sejalan dengan bertambahnya usia, hingga jaringan itu menjadi permanen di usia 15 – 16 tahun.
Untuk itulah kita sebagai orang tua dan pendidik harus tetap terus belajar bagaimana untuk dapat menjaga dan mendidik serta mengembangkan potensi-potensi yang ada di dalam setiap diri anak kita agar dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya dengan lupa kita sesuaikan dengan masa atau zaman anak kita hidup.
Mulai saat ini marilah sama-sama kita niatkan dan tekatkan dalam diri kita sebagai orang tua dan pendidik untuk menjadi yang terbaik untuk anak-anak kita, agar anak-anak kita menjadi generasi yang kuat dan terbaik di masanya.

Jumat, 02 Desember 2011

Belajar Matematika Asyik dengan "Gasing"


Belajar Matematika Asyik dengan "Gasing"

Banyak cara yang bisa digunakan agar anak menyukai dan mudah mengerjakan soal Matematika. Anggapan Matematika sulit bisa jadi karena metode pembelajarannya yang membuat anak susah memahami pelajaran ini. Ada sebuah metode yang bisa membuat Matematika menjadi menyenangkan, namanya Metode Gasing, yang merupakan singkatan dari gampang, asyik, dan menyenangkan. Sesuai dengan namanya, metode ini menggunakan cara unik untuk memudahkan anak mengerjakan soal-soal Matematika.
 Gasing dapat membuat seorang anak mampu memahami soal-soal Matematika dengan cara mencongak (menghitung di luar kepala). Selain itu, metode ini mengajak anak-anak untuk terbiasa dengan cara menghitung yang terbalik. Misalnya, untuk penjumlahan dua digit, dimulai dari satuan terbesarnya.
"Misalnya 37 ditambah 26, kita menjumlahkan dulu angka 3 dengan angka 2 dan ditambah satu, berarti 6. Baru kemudian menjumlahkan 7 dengan 6, yaitu 13. Tapi tulis saja 3, karena angka 1 sudah ditulis di depan. 37 ditambah 26 itu hasilnya 63. Lebih cepat," jelasnya.
"Anak akan terbiasa mengerjakan soal Matematika dengan cara mencongak. Jadi, semua soal Matematika bisa dikerjakan di luar kepala, artinya tidak menulis dan menghitung jari”
Anak yang ingin menggunakan metode ini harus memenuhi syarat kunci terlebih dahulu. Syaratnya, menguasai penjumlahan 1 sampai 20. "Misalnya 9 ditambah 7, harus langsung cepat menjawab 16. Selain itu, tentunya juga menguasai perkalian 1 sampai 10. Setelah itu baru bisa ngebut mengerjakan soal-soal yang lain. Dua digit, tiga digit, atau berapa pun tidak dikerjakan dengan menyusun ke bawah (ditulis). Semua harus dilakukan di luar kepala," 
Alhamdulillah…. Dua sesi pelatihan matematika metode Gasing akhirnya dapat dilaksanakan dengan baik. Kegiatan sosialisasi yang ditujukan hanya untuk orangtua murid kelas 1 dan kelas 2 SDI Dian Didaktika ini dilaksanakan pada hari sabtu  1 oktober dan 8 oktober 2011.
Secara umum dari kesan dan pesannya, orangtua sangat antusias bahkan beberapa orangtuamengusulkan agar sekolah membuat ekskul gasing tersendiri dan mengharapkan ada pelatihan lanjutannya. Insya Allah Dian didaktika akan terus mengupdate metode metode terbaru untuk buah hati kita tercinta……