Senin, 17 Januari 2011

Mendidik Anak Cerdas Berkarakter



RAHASIA MENDIDIK ANAK CERDAS BERKARAKTER ALA RASULULLAH






*     Bersama menyikapi anak sebagai rizki secara qonaah. Mensyukuri akan menambah nikmat dari Allah.
Anak kita bukan asset investasi materiyang kita hitung sebagai untung rugi.
Anak kita adalah Aset investasi iman dan akhirat, bagaimanapun keadaannya, lengkap sempurna atau berkebutuhan istimewa.

*     Kenali anak kita, siapakah Dia ? Perlakukan setiap anak sebagai juara.
Anak adalah Mahluk istimewa, Unik Penuh bakat dan minat serta potensi yang berbeda beda. Tidak ada anak yang bodoh dan kita tidak boleh mengukur kecerdasannya tanpa melihat kecerdasan majemuknya.





Fitrah Anak Menurut Rasulullah SAW

Rasulullah SAW bersabda, “ Hobi, permainan dan kelincahan anak gerak seoranga anak pada waktu kecil, akan mempertajam pemikirannya ketika dewasa.” ( HR At Tirmidzi )

Hendaklah anak  kecil diberi kesempatan bermain. Melarangnya bermain dan menyibukannya dengan belajar terus akan mematikan hatinya, mengurangi kecerdasannya, dan menjadi jemu terhadap hidup, sehingga ia akan sering mencari alas an untuk membebaskan diri dari keadaan sumpek itu. ( Imam Al Ghazali )


UPAYA MELEJITKAN POTENSI ANAK

  1. Kasih sayang, perhatian, dukungan dan ungkapan kemesraan
Rasulullah sangat penyayang. Rasulullah sangat menyayangi anak sering mengajaknya berjalan-jalan, mencium saying pipi Fatimah, mendudukannya di pangkuannya.
Marilah kita simak sebuah kisah seorang anak di bawah ini
Di bawah ini adalah salah satu contoh tragis.
Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai akhirnya
Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”Why not the best,” katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.
Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.
Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ”selevel”; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.
Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah ”alif” dan huruf terakhir ”ya”, jadilah nama yang enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.
Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.
Setulusnya saya pernah bertanya, ”Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal? ” Dengan sigap Rani menjawab, ”Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!” Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.
Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak.
”Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.” Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.
Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini ”memahami” orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek.
Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Rani menyapanya ”malaikat kecilku”.
Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.
Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter. ”Alif ingin Bunda mandikan,” ujarnya penuh harap. Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.
Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ”Bunda, mandikan aku!” kian lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.
Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. ”Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.” Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.
Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.
Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. ”Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,” ucapnya lirih, di tengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.
Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, ”Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?” Saya diam saja.
Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ”Ini konsekuensi sebuah pilihan,” lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.
Tiba-tiba Rani berlutut. ”Aku ibunyaaa!” serunya histeris, lantas tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak. ”Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..” Rani merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua.
– Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.
– Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang amat sangat.
– Sering kali orang sibuk ‘di luaran’, asik dengan dunianya dan ambisinya sendiri tidak mengabaikan orang-orang di dekatnya yang disayanginya. Akan masih ada waktu ‘nanti’ buat mereka jadi abaikan saja dulu.
– Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.
MEREKA LUPA BAHWA ALLAH YANG MENENTUKAN SEMUANYA. HIDUP, MATI, RIZQI, JODOH HANYA ALLAH YANG MENENTUKAN.
– Pelajaran yang sangat menyedihkan.
Janganlah kita sampai menyesal. Ketika kita tahu bahwa hidup adalah dari gelap menjadi terang, kitapun mulai mewarnainya.
Ketika kita tahu bahwa hidup itu adalah penuh warna kitapun mulai melukisnya, ketika kita tahu bahwa hidup adalah melukis kehidupan kitapun mulai menorehkan sejarah, akhirnya kita tahu bahwa hidup yang sesungguhnya adalah sejarah yang tertoreh, sungguh aku ingin menjadi bagian terdepan dalam mencetak generasi terbaik yang tercatat dalam sejarah peradaban umat ini.

  1. Pembiasaan hal-hal baik dalam koridor santun dan patut
Ada beberapa karakter Nabi, jika ada yang mengajak bicara tidak peduli dengan siapapun hendaknya mendengarkan dengan penuh perhatian tanpa menoleh ke orang lain. Tidak saja mendengarkan dengan hati-hati Nabi bahkan memutar badannya untuk menghadap ke orag yang mengajaknya bicara

  1. Keteladanan
Rasulullah adlah seorang yang cerdas, peristiwa memindahkan Hazar Aswad di mana saaat itu seluruh kabilah Quraisy berseteru untuk memindahkan, Muhammad yang cerdas membentangkan sehelai kain dan Hazar Aswad diletakkan di tengahnya. Dan seluruh kabilah Quraisy mengangkatnya bersama.

  1. Nasihat yang “dikunyah” menjadi penghargaan / apresiasi dan sangat baik
Gaulkan dengan buku sejak masih dalam rahim, sejak masih menyusu, sejak masih merangkak, sejak kanak-kanak. Pastikan kita memiliki perpustakaan kecil di rumah. Anak dibesarkan dengan apa yang dia lihat dan apa yang dia dengar. Otaknya dibangun oleh terutama informasi yang diterima oleh penglihatan dan pendengaran.

  1. Sanksi/konsekuensi yang mengedepankan kasih sayang, akan menjadi jembatan kuat,  kokoh yang menghubungkan hati dengan hati.
Ketika aku bersama anakku aku akan kenalkan tentang Tuhannya, hingga menjadi bagian terdekat dari hidupnya. Aku akan beritahu kepadanya bahwa Al Qur’an-lah sebaik-baik sandarannya. Aku akan hiasi akhlaknya dengan pancaran akhlak Rasulullah dan para sahabat. Aku akan jadikan dia sebaik-baik manusia yang berguna bagi orang lain.




WAKTU BERHARGA BERSAMA ANAK-ANAK KITA

Mengelola waktu dengan baik, benar dan bijak adalah separuh kemenangan di tangan sebelum “penentuan”. Menurut ajaran Rasulullah :
  1. Tujuh tahun pertama anak adalah raja.
Anak serba dilayani dan jangan sekali-kali membentaknya
  1. Tujuh tahun kedua anak adalah pembatu / tawanan
Diibaratkan seorang pembantu yang harus mencuci baju putih diantara tumpukan baju yang lainnya, anak belajar memisahkan antara yang hak dengan yang batil, anak belajar sistematika bekerja.
Karena anak diibaratkan sebagai tawanan, maka orang tua masih berhak mengetahui segala sesuatu tentang anak termasuk buku hariannya.
  1. Tujuh tahun ketiga anak adalah perdana mentri / sahabat terdekat.
Di usia ini anak sudah dapat diajak berdiskusi untuk memecahkan suatu masalah.

Rabu, 22 Desember 2010

Hari Ibu


Happy Mother’s Day………………………….

Mother
I Open a blue album
It’s dusty and worn out
I look at all the pictures
Small …clean…pure….

My mind flitting
I was full of love
I remember all those stories ( about my life)

People said I always get spoiled
People said my mother always carrying me

The beautiful melodies
Always come from her

Naughty cries from my mouth
It will not be her burden

Soft and pure hands
Have lifted this body
She’s willing to give
Her whole entire body and soul
Oh..mother when you are here or not
You will always be in my heart

Ku teringat jasa-jasa ibu yang begitu besar, kasih sayiag dan perhatian yang tulus. Ibu yang membesarkan kami seorang diri sejak kami masih duduk di bangku SMA.
Begitu berat beban yang harus dipikulnya namun Beliau jalani dengan senyuman. Terima kasih Ibu, semoga Allah membalas semua jasamu. Maafkan kami bila kami belum bisa membahagiakan mu…

Pagi ini ku terbangun karena dering suara HP. Seseorang telah mengirim video ke FB ku segera kubuka laptop_ku. Sebuah kado yang begitu indah dari suamiku tersayang “Video Hari Ibu dengan lagu Bunda”. 










Segera kuselesaikan tugas pagiku menyiapkan sarapan, ketika anak bungsuku bangun ia segera menciumku dan mengucapkan “Selamat hari Ibu, Ummi…” secarik kertas berwarna kuning yang bertuliskan tangannya ia berikan padaku…
“Terima kasih putri kecilku…”

Tak lama…, anak sulungku memainkan lagu Bunda dengan pianonya…, kupeluk kedua buah hatiku. “Terima kasih sayang....., hadiah yang sangat indah Ummi dapatkan di hari ini….”
Alhamdulillah….terima kasih Ya Allah……

By: setyowigati

Rabu, 08 Desember 2010

Seminar Pendidikan

Dian Didaktika selenggarakan Seminar Pendidikan
"SUKSES MENDIDIK DI ERA INFORMASI GLOBAL"


Arus informasi dan globalisasi mengalir begitu cepat dan kuat. 
Apa dampak yang akan terjadi ?
Bisa sangat positif, bisa juga sangat negatif..
Bagaimana dengan putra-putri kita ?
Bagaimana peran orang tua agar putra-putri kita terhindar dari dampak yang negatif ?
Dan yang lebih penting, bagaimana orang tua dapat sukses mendidik di era informasi dan globalisasi sekarang ini ?

Senin, 06 Desember 2010

Guru-pun harus belajar....

Pembukaan
Workshop Tari, Musik serta Olah Raga
 Untuk Guru Taman Kanak-kanak.

Usia 4-6 tahun, merupakan masa peka bagi anak. Masa peka adalah masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi  fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan



Senam bersama
Masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional, konsep diri, displin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama. Oleh sebab itu dibutuhkan kondisi dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal. 


Betapa pentingnya Peran pendidik (orang tua, guru, dan orang dewasa lain) dalam upaya pengembangan potensi anak 4-6 tahun. Upaya pengembangan tersebut harus dilakukan melalui kegiatan bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain. Dengan bermain anak memiliki kesempatan untuk bereksplorasi, menemukan, mengekspresikan perasaan, berkreasi, dan belajar secara menyenangkan. Selain itu bermain membantu anak mengenal dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan.

Atas dasar hal tersebut diatas,  maka SD Islam Dian Didaktika Cinere Depok menyelenggarakan Workshop Musik, Tari dan Olah Raga untuk guru-guru Taman Kanak Kanak di lingkungan Depok, Sementara yang hadir dalam Workshop tersebut bukan hanya guru guru sekitar Depok saja, namun juga dari Jakarta Selatan. Pembicara pada Workshop tersebut adalah Guru – guru SD dan TK Islam Dian Didaktika
Alhamdulillah dengan Upaya yang tulus dan dengan bantuan Allah SWT Workshoop tersebut telah dilaksanakan pada hari Sabtu 4 Desember 2010. Workshop tersebut  diselenggarakan untuk sharing dan berbagi ilmu kepada rekan rekan guru terutama Guru Taman Kanak Kanak di sekitar Depok.
Acara Workshop tersebut dibuka pada pukul 8.00 . Para Tamu undangan disambut dengan Gamelan di lobby sekolah yang dibawakan oleh Siswa siswi SDI Dian Didaktika , Cinere, Depok. Kegiatan diawali dengan Pembukaan , Senam bersama serta penampilan Tari dan Vocal dari Siswa/I SDI Dian Didaktika. Setelah itu Peserta dibagi menjadi 3 kelompok ( Kelompok Musik, Kelompok Tari Serta Kelompok Olah Raga ) dari masing masing TK mengirimkan 3 orang guru untuk mewakili masing masing kelompok Workshop. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut, sehingga  waktu yang diberikan oleh panitia  dirasa  begitu singkat. Namun demikian dalam waktu yang demikian terbatas Insya Allah apa yang telah menjadi tujuan Workshop dapat tercapai. Semoga apa yang Peserta dapatkan dalam Workshop dapat dimaksimalkan untuk dapat di sharing di sekolah masing-masing sehingga kegiatan Workshop ini benar-benar bermanfaat bagi peserta dan panitia.




by ::  setyowigati




Minggu, 05 Desember 2010

Metode Mengajar Matematika Kreatif Materi: Lebih dari ( > ) dan kurang dari ( < )


Metode Mengajar Matematika
Materi: Lebih dari ( > ) dan kurang dari ( < )

Mengajarkan bidang studi Matematika kepada anak-anak itu gampang-gampang susah. “Gampang” karena materi yang diajarkan masih sangat sederhana dan tentu saja kita sudah tahu caranya. “susah” bila kita belum mengetahui metode yang efektif dan menyenangkan yang bisa kita gunakan untuk mengajar anak-anak. Mungkin ada sebagian dari kita bingung saat mengajarkan tanda “lebih dari”( > ) dan “kurang dari ( < )”. Dalam artikel ini saya akan mengajarkan sebuah metode kreatif dalam mengajarkan “lebih dari” dan “kurang dari” kepada anak-anak.
1. Memperkenalkan kata “lebih” kepada anak-anak Anda bisa menggunakan proses ini dengan mengklik lagu yang telah saya ciptakan, yaitu BIG BIG BIG. Lirik lagu ini adalah demikian:
Nah… Setelah mengajak anak menyanyikan dan mempelajari lagu ini, anda bisa mengatakan bahwa gajah lebih besar daripada seekor semut. Kemudian anda ceritakan kepada anak didik bahwa ular lebih panjang daripada seekor cacing.
Setelah itu anda ceritakan bahwa ada seekor buaya yang suka memakan binatang yang ukurannya besar dan panjang. Pada saat itu dia melihat gajah dan semut. Lalu silakan anda bertanya kepada siswa,”Kira-kira…. Siapa yang akan dia makan?” Tentu saja siswa akan menjawab “Gajah”.
Lalu sang buaya melihat dua ekor binatang, yaitu ular dan cacing. Lalu bertanyalah kepada siswa,”Siapa yang akan dia makan?” Tentu saja siswa akan menjawab.”Ular!”
Nah… Di dalam pelajaran di atas anda bisa menggambarkan mulut buaya yang menganga dan siap memakan seekor gajah. Pada saat itu pula, anda bisa mengajarkan tanda “ > ” yang mewakili mulut buaya yang sedang menganga dan siap menerkam sang gajah. Lakukan hal yang sama kepada ular dan cacing. 





Setelah siswa bisa membayangkan bahwa sang buaya yang rakus suka memakan binatang yang ukurannya lebih besar dan panjang, kita ikuti langkah selanjutnya.
2. Membandingkan jumlah suatu benda
Dalam poin ini, kita masih menggunakan tokoh si buaya yang rakus. Namun katakana kepada siswa bahwa kini sang buaya ingin memakan binatang dalam jumlah yang banyak. Gambarlah 3 ekor bebek dan 2 ekor tikus. Mintalah siswa untuk menghitung jumlah kedua binatang dan tuliskan angka yang menyebutkan jumlah binatang di bawah masing-masing binatang. Lalu katakan kepada siswa, “Kira-kira… Mana yang akan dimakan oleh sang buaya?” Biarkan siswa yang menjawab sendiri hingga siswa benar-benar mengerti bila buaya lebih suka memakan binatang dengan jumlah yang paling besar.
Anda bisa memvariasi jumlah binatang dan jenis binatang yang akan menjadi mangsa si buaya rakus, supaya pelajaran menjadi lebih menarik dan tidak membosankan. Setelah siswa benar-benar megerti, anda bisa menggunakan angka dan tanda matematika ( > ) dan ( < )
3. Supaya anak bisa lebih mudah mengingat bahwa tanda ( <) artinya adalah “ kurang dari”, saya akan memberikan sebuah tips .
Coba anda perhatikan langbang “<” yang mirp dengan huruf “k” bila kita menghapus garis vertical pada huruf tersebut. Dan huruf “k” inilah yang mewakili kata “kurang. Sehingga siswa bisa lebih mudah mengingat bahwa tanda “<” artinya adalah “kurang dari".
Bagaimana dengan tanda ">" yang artinya lebih dari? Hmm..... Bila siswa sudah mengerti dan hafal kalau tanda "<" artinya kurang dari, tentu bukan hal yang sulit untuk mengingat tanda ">" yang artinya lebih dari.
(Karya : Kak Zepe).

Kamis, 25 November 2010

hadiah hadiah terindah


Selamat Hari Guru……………………

Aku terbangun dari tidurku karena sebuah kecupan. Setangkai mawar merah menyambut ku diikuti dengan ucapan “ Selamat Hari Guru Sayang……Semoga sayangku bisa selalu menjadi guru yang dibanggakan, yang disayangi dan selalu dirindukan oleh murid muridmu. Aku segera bangun dan menyelesaikan tugas pagiku. Shallat Subuh, memandikan kedua buah hatiku serta menyiapkan sarapan pagi untuk mereka.

Seperti biasa kami berangkat bersama dengan putra putriku dengan menggunakan sepeda motorku. Pukul 6.30 kami sudah tiba disekolah.

Kebiasaanku setiap hari menyapa orang orang disekelilingku dengan ucapan “awali hari dengan senyum dan tetap semangat” kali ini aku menyapa teman temanku dengan “ Selamat Hari Guru”…..

Pukul 7.15 bel berbunyi pertanda anak anak harus segera masuk kelas. Setelah berbaris mereka segera masuk keruang kelas dilanjutkan dengan membaca ikrar dan doa sebelum belajar.
Subhanallah….. Setelah membaca doa mereka menghampiriku untuk memberikan ucapan “ Selamat Hari Guru Ms……..”

Guru Sering kali panggil dengan “Pahlawan tanpa tanda jasa” ini menggambarkan bahwa pengorbanan yang tulus yang diberikan oleh sang guru demi terbentuknya manusia yang berkualitas, dan memberikan bekal pada generasi penerus untuk memajukan diri,agama,  keluarga, bangsa dan Negara kita ini
Setiap tanggal 25 Nopember bangsa Indonesia merayakan Hari Guru yang bertepatan dengan ulang tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indnesia)

Seorang  guru seharusnya menjadi seseorang yang dapat digugu dan ditiru. Guru bukan hanya seorang yang berdiri didepan kelas dengan membarikan tekanan-tekanan kepada para siswa, guru bukan juga seseorang yang bekerja hanya sekedar untuk mencari upah saja. Namun Guru adalah seluruh aspek kehidupan, orang yang pantas menjadi teladan bagi anak, keluarga, murid serta masyarakat.

Kepada teman teman guru, marilah kita tingkatkan kualitas diri karena akan mustahil kualitas pendidikan meningkat apabila kualitas gurunya rendah. Marilah kita menjadi guru yang cemerlang demi kemajuan bangsa dan Negara kita tercinta.
Terima kasih Kepada Yayasan Dian Didaktika yang selalu memacu kami untuk menjadi guru yang profesional.


by : setyowigati





Goresanku...


Takdir Cinta

Kututup mataku
dari semua  pandanganku…………
Bila melihat matamu, ….
kuyakin ada cinta ketulusan hati
yang mengalir lembut…

Penguasa alam…
tolonglah pegangi aku…
Biar ku tak jatuh pada sumur dosa
 yang terkutuk dan menyesatkan cintaku….

Andai aku bisa…
lebih adil pada cinta kau dan dia…
Aku bukan nabi yang bisa sempurna
Ku tak luput dari dosa….

Biarlah ku hidup seperti ini,
 takdir cinta harus begini…
Ada kau dan dia bukan ku yang mau,
oh Tuhan tuntunlah hatiku.

Lagu yang dilantunkan oleh Rosa berhasil membuat Tya hanyut didalamnya, tak terasa air mata Tya menetes membasahi foto yag sedang ia pandangi. Foto ia bersama sahabat lamanya.

Kedua foto itu memang memiliki banyak arti dalam hidup Tya. Fikirnya pun melayang pada masa lalu.
 20 tahun yang lalu, kedua insan manusia yang bersahabat penuh ketulusan.

Pertolongan dan bantuan yang diberikan saat itu terasa begitu tulus….hanya karena tidak mau melihat seseorang tersesat dan kemalaman dijalan, dengan tangan terbuka Azhar menawarkan tempat singgah untuk bermalam pada tya dan kakaknya. Hutang budi yang sangat besar memberi pelajaran pada Tya bahwa masih ada di dunia ini orang orang yang tulus tanpa balas jasa.

Beberapa bulan kemudia datanglah seorang teman tya memberikan selembar foto dan secarik kertas putih yang berisi tulisan tangan yang begitu indah dengan kata-kata yang begitu indah pula. Begitu banyak pujian dan kekaguman yang ia tuliskan tentang Tya. Namun ada satu pertanyaan yang belum sempat terjawab, karena saat itu Tya masih harus menyelesaikan kuliahnya dan saat itu mereka masih terlalu belia, belum mengerti apa arti cinta

Beberapa tahun kemudian…, 23 Februari 1996, Tya mencoba mencari pujaan hatinya untuk sekedar menjawab pertanyaan itu, namun Allah berkehendak lain ia sangat sulit menemukan pujaan hatinya….ia mencari ke kota di mana mereka pernah bertemu, namun itu hanya sia sia……sang arjuna sudah pergi untuk mengejar impiannya.

Dengan kekuatan tekat dan cintanya Tyapun pergi ke pulau Dewata untuk menemui sang arjuna. dengan berbekal harapan, namun itupun sia sia, Tya tidak dapat bertemu dengan pangeran impiannya, karena ia sedang berada dikampung halamannya.

Beberapa hari kemudian pangeran impiannya menemuinya, namun hanya dengan suara saja . Dalam cakapnya ia berkata
Bahwa kini ia telah ada yang punya. Dengan ketulusannya Tya berusaha menerima dengan lapang dada, namun tak sepatah katapun yang dapat terucap dari bibir Tya saat itu, hanya tangisan dalam hati yang dapat mewakili perasaannya diiringi dengan doa yang selalu menyertainya Semoga kamu bahagia bersamanya

Untuk melupakan Azhar, Tya melanjutkan kuliahnya kembali, sampai akhirnya Tya menemukan pendamping hidup yang sangat baik dan sempurna.


Delapan belas tahun telah berlalu….(28 Juni 2008) Tya masih mencari pujaan hatinya untuk sekedar dijadikan sahabat….. ia pergi ke kota di mana mereka bertemu dulu Yogyakarta…. Akhirnya….sebuah no hp ia dapatkan, melalui kakak iparnya. Sujud syukur kepada Allah ia masih bisa mendengar suara pangeran impianya. Ketika sang arjuna berkataaku sedang mengantar anak-anak sekolah bertambah kekaguman padanya ternyata ia begitu menyayangi anak-anaknya. Ya Alloh berilah kebahagiaan pada keluarga mereka pintanya dalam setiap doa.

Setahun kemudian….(30 Juni 2009 – 2 Juli 2009)
Rasa ingin bertemu, Tyapun kembali kepulau Dewata, namun rasa kecewa yang ia dapatkan… ternyata, sang arjuna sedang tidak ada disana, namun Tya bisa memahaminya kini dia sudah ada yang punya.

Lima bulan kemudian…Sebuah SMS diterimanya, hanya pertanyaan singkat saja Apa kabar Tya dan keluarga? jawaban singkatpun dikirimnya Alhamdulillah baik.” sesaat kemudian tanpa disangka HP pun berdering suara yang sudah lama tidak ia dengar…, kini terdengar lagi namun dengan kabar duka “ Tya, Aku sekarang sendiri Langit bagaikan runtuh ketika mendengar kabar tsb, Tya duduk terkulai lemah….” Ya Alloh jangan kau biarkan orang yang pernah kucintai menderita…telah kurelakan dia untuknya……”. Sulit rasanya membendung air mata bagi Tya saat ia mendengar kabar tersebut.

Pagi itu 18 December 2009 tepat pukul 05.25 bertepatan dengan Tahun Baru Islam sebuah SMS masuk Alhamdulillah salah satu bulan Asyhurul hurum (bulan terhormat) telah datang…bulan mulia…Muharam…Ya Allah, diawal tahun yang baru ini muliakanlah  saudara hamba ini dihadapan-Mu. Dan ampunilah  segala kesalahannya. Amin.” “Ya Alloh…. Orang yang sedang menderita malah memberikan doa untukku…. Aku malu menerima doa itu, seharusnya aku yang mendoakannya dan aku yang harus menghiburnya…tapi aku tak punya keberanian untuk menghubunginya, karena aku takut mengganggunya”. Guman Tya lirih

Selasa 22 Desember….Hari itu Tya sedang tidak sehat, suhu badannya  tinggi. ketika sang kakak mengajak berlibur ke Yogyakarta Tyapun menolaknya.

Pagi itu….Rabu 23 Desember 2009 tanpa diduga sebuah SMS masuk lagi tepat pukul 09.55,” Asskum…hr ini aku dah diperjln ke jogja…doakan ya” saat itu pula Tya memutuskan untuk menemuinya, walaupun kondisi kesehatannya tidak memungkinkan, tapi Tya harus menemuinya untuk sekedar menghiburnya,” paling tidak aku bisa dijadikan  teman untuk  sharing, karena aku yakin dia sedang butuh seseorang untuk berbagi.” Gumam Tya dalam hati.

Jum’at 25 Desember 2009
Dua puluh tahun telah berlalu…. Mereka kembali bertemu dikota yang sama Yogyakarta…, kali ini Tya tak berani menatapnya…ia takut….namun tanpa disengaja sempat Tya melihat wajahnya ,kebiasaan lama “Mengulum bibir” masih ada. “Ya Robby…mimpikah aku melihat lelaki dihadapanku ini? Ia masih lembut dan begitu penyayang……..begitu lembutnya ia perlakukan putrinya. Dan…..mengapa hati ini sangat tertarik pada putrinya? Ingin sekali aku memeluk gadis kecil itu…,tapi aku harus berusaha untuk menahannya. Perasaan apa ini ya Alloh……” gumam Tya dalam hati

Setelah bernostalgia beberapa saat azharpun mengajak Tya menemui kakaknya di sebuah restaurant miliknya.
Dalam perjalanan menuju “BW” azhar bercerita tentang tukang becak yang menjadi temannya…YA Alloh ia masih seperti dulu begitu merakyat dan sederhananya…” bisik Tya dalam hati. Azhar juga bercerita tentang kegigihannya menjalankan usaha ketika masih SMA dulu, dan ada satu kata yang Tya sangat suka darinya “ Aku sangat mementingkan pendidikan anak” .“Tuhan…jangan biarkan kekaguman ini berlanjut ya Allah…” Pinta Tya dalam hati.

Sejak saat itu mereka selalu berhubungan lewat telp dan juga SMS, Azharpun selalu minta Tya untuk bercerita tentang masa lalu mereka.

1 Januari 2010 …
mereka bernostalgia lewat SMS sampai larut malam…”YA Alloh mengapa perasaan ini muncul lagi.” Sesal Tya dalam hati. Semakin lama Cinta diantara mereka semakin tumbuh subur….

Februari 2010
Tya mulai menyadari, cinta ini tidak boleh dilanjutkan lagi. Azharpun mulai menyadari walaupun diantara mereka masih ada cinta namun mereka tak akan mungkin bersatu lagi, karena kini Tya sudah memiliki keluarga yang bahagia.

Agustus 2010
Terdengar dering Hp Tya,…Terlihat nama Azhar dilayar  HP, Tyapun segera mengangkatnya. “Assalaamu’alaikum Tya, apa kabar ?  setelah berbicara dari A sampai Z terlontar pertanyaan dari AzharTya, seandainya ada seseorang yang bisa menggantikan posisimu dihatiku, apakah kamu rela? Ini semua demi anak-anakku, mereka butuh seorang ibu…….
Berbagai macam perasaan bercampur menjadi satu dihati Tya. Senang karena Azhar sudah mendapatkan calon pendamping hidupnya, Sedih karena ia harus berpisah kembali dengan Azhar, takut karena Azhar akan melupakannya untuk selamanya. Tapi Tya mencoba untuk menenangkan diri dan berfikir realistis. Azhar adalah masa lalunya, dalam kesedihan Tya, azharpun berjanji dia tidak akan pernah melupakan Tya untuk selamanya karena Azhar sudah menganggap Tya sebagai adiknya.

HAnya Diary yang menjadi teman kesayangan tya selama ini tempat ia menumpahkan kesedihannya.

Dia telah pergi…
Membawa cinta dan kerinduan
yang pernah ku titipkan

Dadaku terasa sesak….
Pengap…..
Hatiku terluka,….
Pedih…………….
Perih…………

Kubutakan mataku,
Kutulikan telingaku,
Kukatupkan bibirku rapat rapat
Ada namanya dihati ini

Tuhan…
Bantu aku…
Tuk membangun menara tinggi,
Pembatas antara ia dan aku.


by : setyowigati